Hunting Tempat Wisata di Muko-muko yang Mudah Dijangkau

misteri benteng anna muko muko



3 buah puing-puing bangunan berdiri tegap di tepian sungai berair keruh. Puing itu terlihat jelas dari jalan raya. Dari jauh, orang mungkin mengira itu adalah bangunan biasa. Namun, puing itu menyimpan sejarah yang menjadi bagian dari eksistensi Kota Muko-muko. Bangunan itu memang hanya puing-puing kecil, padahal dulunya adalah sebuah benteng buatan Inggris. Di sekitarnya, tanah tak rata dihiasi rumput yang menghijau subur. Tak jauh dari sana, terhampar pasir berkerikil di sebuah pantai berombak khas samudera hindia. Suasana pagi yang tenang membius para penghuni pantai tetap bermalas-malasan, termasuk kawanan sapi.

Bulan April 2019, aku pergi ke Muko-muko dalam rangka kondangan ke acara nikahan keponakanku yang berdarah 50% sunda, ada turunan minangnya, dan tinggal di daerah transmigrasi Jawa. Akad nikah memakai pakaian koto gadang (minang), dengan alunan musik Jawa, dan makanan campuran termasuk makanan sunda. Nikahan yang unik.

Dengan menjejakkan kakiku di Kabupaten Muko-muko, berarti sudah 26 provinsi di Indonesia yang aku kunjungi. Menyisakan Maluku, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan 5 provinsi di Kalimantan. Jujur aja, menuntaskan seluruh provinsi di Indonesia terasa lebih seksi dibandingkan kalau harus kuselingi dengan mengunjungi negara lain. Walaupun, akhirnya mimpi itu harus kukubur karena Ayu udah pengen ke luar negeri.

Walaupun tujuan utama ke Muko-muko untuk kondangan, bukan Traveler Paruh Waktu namanya kalau enggak menyempatkan untuk menjelajah daerah sekitar. 

Dalam peta wisata di Indonesia, Provinsi Bengkulu termasuk yang jarang terdengar gaungnya, termasuk Muko-muko ini. Nah, atau malah, mungkin kamu baru denger nama Muko-muko ini? Muko-muko adalah nama ibukota dari Kabupaten Muko-muko. Kabupaten paling utara di Bengkulu yang berbatasan dengan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kanan kiri depan belakang, hamparan perkebunan kelapa sawit selalu menyambut di tanah ini. Sawit ini memang komoditas unggulan Muko-muko.

Acara nikahan telah selesai dihelat, kini saatnya menjelajah apa yang menarik di kota kecil nan sepi ini (Asli, sepi banget. 2 hari 2 malam di sini, hanya sedikit kendaraan dan keramaian yang terlihat). Waktu yang terbatas membuatku tak leluasa menentukan pilihan. Harus tak terlalu jauh dari pusat kota, atau searah jalan pulang ke Padang. Dari hasil hunting tempat wisata di Muko-muko yang mudah dijangkau, didapat beberapa kandidat untuk kukunjungi, yaitu:
  • Pantai Indah Muko-muko. Pantai terdekat dan akses termudah dari pusat kota. Oke datangin!!
  • Pantai Batung Badoro. Pantai yang terletak tak jauh dari pantai indah muko-muko dengan bebatuan di pantainya. Sip,, datangin juga!!
  • Air Terjun Mandi Angin. Air terjunnya mirip2 di kawasan lembah harau. Pengen ke sana tapi jaraknya lumayan jauh dari pusat kota dan harus trekking. Skip!
  • Danau Nibung. Lokasinya agak masuk dari jalan utama. Hmmm, sepertinya skip!!
  • Pantai Pandan Wangi. Pantai ini sebenernya enggak terlalu jauh dari pusat kota, tapi sayangnya berlawanan arah dengan Padang. Skip!
  • Pantai Abrasi. Pantai unik dimana jalan hampir terkikis oleh air laut tetapi akhirnya dibangun penahan oleh pemerintah. Unik dan bikin penasaran sih, tapi arahnya juga berseberangan dengan Padang. Skip!
  • Benteng Anna.

Kupikirkan secara matang alokasi waktu dan jarak dari tempatku berdiam saat itu. Yang terdekat dan mudah dijangkau ada 3 lokasi, pantai batung badoro, pantai indah muko-muko, dan benteng anna. and here's the story...

Pantai Batung Badoro

Kuputar kemudi mobil ke arah kiri. GPS mengarahkanku menuju arah Kota Bengkulu. Pantai Batung Badoro kutetapkan sebagai tujuan pertama. Sampai di 1 titik, aku berhenti, sesuai petunjuk GPS. "Waduh, gak ada jalan masuk, berarti mobil harus diparkir di tepi jalan dan dilanjut jalan kaki". Dengan kondisi Ayu yang lagi hamil, kuputuskan untuk batal mendatangi pantai ini dan segera ke lokasi berikutnya, Pantai Indah Mukomuko.

Pantai Indah Mukomuko yang Tak Seindah Namanya

Ini adalah pantai dengan akses termudah dari ibukota Muko-muko. Lokasinya memang bukan di pinggir jalan lintas barat sumatera. Pun begitu, lokasinya mudah dijangkau karena hanya sekitar 1 km saja dari jalan lintas.
tempat wisata mukomuko
pantai indah muko-muko
Dari baca nama pantainya saja, aku langsung terbayang keindahan pantai ini. Pedal gas semakin kuinjak dalam supaya mobil lebih cepat sampai, jujur ku tak sabar.Tak lama, jalanan semakin menyempit dan sebuah perkampungan nelayan menjadi penanda bahwa kami sudah sampai. 

Pantai landai berombak menyambut, dengan hamparan kerikil kecil diantara pasir berwarna hitam. Sementara di ujung penglihatan, terlihat rimbunnya pepohonan.. Tapi, pantai ini sejujurnya terlihat bisa saja. Hmmm,, ternyata tak seindah seperti apa yang ada di bayanganku. 

wisata mukomuko
sapi yang masih bermalasan

Suasana pagi itu sepi. Jarang terlihat aktivitas manusia. Beberapa sampan nelayan terparkir di gundukan pasir yang lebih tinggi. Hanya ada 2 orang anak kecil yang berjalan menyusuri pantai berpasir hitam. Justru, kawanan sapi lah yang menguasai tempat itu. Sapi-sapi itu nampak terbuai oleh hembusan angin pagi yang menambah nikmat tidur paginya. Hanya sebagian kecil yang mulai melahap rumput yang menghijau, mungkin laparnya mengalahkan kantuknya.
pantai indah muko-muko penuh dengan sapi
sapi yang merumput di pantai indah muko-muko
Di atas aspal, seekor induk anjing dan seekor anaknya asik bermalas-malasan bermimpi indah. Klakson kendaraan yang lewat tak dihiraukannya sehingga kita lah yang harus mengalah jangan sampai merenggut nyawanya. Mungkin suhu aspal lebih hangat dibandingkan rumput hijau yang masih berembun.
kecantikan pantai indah muko-muko
itik yang berjalan rapi di pantai indah muko-muko

Hanya gerombolan itik yang mulai menyambut pagi. Berbaris rapi menuju suatu tempat yang entah apa itu, sepertinya kubangan air atau empang tempat mereka membersihkan badan.



Kuberlalu, meninggalkan potret kenyamanan pagi yang memabukkan di tempat itu. Roda mobil kembali berputar melewati kubangan di aspal, menuju destinasi terakhir, Benteng Anna.


Misteri Benteng Anna

Tepat di pinggir sungai yang cukup lebar, berdiri 3 buah puing bangunan dari batu bata. Bukan bangunan biasa, melainkan reruntuhan benteng pertahanan yang diciptakan tahun 1798. Sayang, benteng itu tak lagi berbentuk sebagaimana benteng pada umumnya. Dan sayangnya lagi, bentuk asli dari benteng Anna ini belum diketahui. Selain 3 puing itu, terdapat 2 pondasi bangunan dan sebuah reruntuhan bangunan di sebelah kirinya. 2 buah meriam kuno menjadi pelengkap dan identitas kalau tempat ini telah lama berdiri bahkan sebelum kakek nenek kita terlahir.
meriam dan pondasi benteng anna di muko-muko
meriam kuno di benteng anna
Kumelangkah menuju tanah bergelombang yang tertutup hijaunya rumput bak permadani. Seorang lelaki paruh baya sibuk dengan alat pemotong rumput, menghindarkan area lapang ini dari semak belukar. Walau tanpa tiket masuk dan tampak terbengkalai, nyatanya masih ada kepedulian untuk menjadikan tempat ini selalu terlihat rapi. Tak jauh, 3 ekor kambing bersantai di atas reruntuhan, bak raja kambing yang bersimpuh di singgasana dan dijaga oleh hulubalangnya.
kambing di benteng anna muko-muko
raja kambing dan hulubalangnya
Segerombolan anjing menyalak dan berlarian ke arah 3 puing bangunan. Rasa penasaran menuntunku ke sana. Seekor biawak besar dengan santainya berjalan, gonggongan anjing tak dihiraukannya. Justru, kehadiranku lah yang membuatnya terbirit terjun ke sungai keruh, Sungai Selagan.
cari tempat wisata mukomuko
biawak dan anjing di benteng anna


Rupanya, 3 puing bangunan itu berada tepat di pinggiran sungai. Gerusan air terlihat semakin menggerogoti lahan itu. Sayang sekali kalau pada saatnya nanti, 3 puing itu runtuh tertelan erosi. Padahal, 3 puing itu lah yang paling fotogenik diantara puing lainnya yang tersisa.
3 puing bangunan benteng anna
3 puing bangunan tersisa benteng anna
Selain misteri tentang bagaimana bentuk asli dari benteng ini, terdapat misteri lain yang belum terpecahkan. Konon, di bawah benteng ini terdapat terowongan yang bahkan terhubung sampai ke benteng Marlborough di Bengkulu? Hmm,, iya kah? Padahal jarak Muko-muko ke Kota Bengkulu itu lebih dari 200km. Rasa-rasanya gak mungkin ya.. but, who knows..
benteng anna muko-muko
benteng anna muko-muko
Keunikan lainnya yang berkembang di masyarakat adalah adanya mitos bahwa bangunan tersebut akan runtuh apabila ada orang yang menggali tanah di sekitarnya. Terkesan mengada-ada, tapi kita harus menghormati mitos setempat. Positifnya, tanah sekitar area tersebut akan terjaga dari tangan-tangan jahil..

Doaku, semoga pemerintah semakin peduli dengan eksistensi benteng ini. Semoga benteng anna dapat terjaga kelestariannya.
Traveling ke Muko-muko
Traveler Paruh Waktu di Benteng Anna Muko-muko
Itulah sekelumit ceritaku tentang hunting tempat wisata di Muko-muko yang mudah dijangkau. Rasa kurang puas saat mengunjungi pantai indah muko-muko terbayar lunas dengan mendatangi benteng anna. Walaupun bentuknya hanya tinggal puing-puing reruntuhan, tetapi mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti ini selalu menciptakan kesan mendalam. Terdapat ruang di pikiranku yang selalu membayangkan bagaimana suasana kehidupan saat tempat-tempat bersejarah seperti ini sedang berada di masanya. 



----------------------------
Berkunjung April 2019
Traveler Paruh Waktu

Hello, i am Bara, an officer who loves traveling. I write all of my travel experiences in this blog. If you want to collaborate with me, please send me message to travelerparuhwaktu@gmail.com , :)

Previous
Next Post »

15 komentar

  1. Bagus tempatnya mas, banyak menyimpan bangunan sejarah, emang perlu dijaga dan dilestarikan nih tempatnya.

    Ak baru tau di bengkulu ada kabupaten muko-muko 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. unik dan fotogenik, buat prewed kayanya bagus jg tempat ini hehe..

      naaah kaan termasuk yg baru tau :V

      Hapus
  2. muko-muko ini hanya selintas lalu waktu naik travel dari bengkulu ke kerinci via tapan :-) yang aku ingat cuma pantai abrasi kalo muko2.... bentengnya bagus dan sunyi, kapan2 ke muko-muko aku sempatin ke benteng anna deh, thanks sharingnya Bara :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoi,, next time harus jelajahi bentengnya bro, apalagi bro isna pecinta bangunan heritage gitu kaan..

      Hapus
    2. asyap Bara :-) budayanya juga unik, soalnya muko-muko ini daerah rantau minang di bengkulu

      Hapus
    3. iya unik gan.. banyak juga orang minang disana..

      Hapus
  3. Saya malah terkesima lihat bentengnya. Menarik kalau bisa digali lebih dalam tentang sejarahnya, mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa, emang fotogenik sih benteng dan sekitarnya.. sayang ga ada informasi yg tertulis.. mgkin harus bertanya2 ke penduduk sekitar biar tau banyak info yg tak tertulis di internet..

      Hapus
  4. Yakin kan bang ini bukan Pantai Tiram Pariaman?

    Hmmmmm agak mirip wkwkwkwkkw

    Wah ada banyak spot destinasi yaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk, ya tipikal pantai2 barat sumatera kali ya ul..

      Hapus
  5. dengan adanya anjing, bebek, kambing, sapi, biawak... saya bisa melihat pantai ini meski pun kata abangnya gak indah-indah amat, tapi masih asri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau asrinya iya.. masih banyak hewan yg betah di sana, bahkan biawak berkeliaran bebas..

      Hapus
  6. wah masih sangat alami sekali ya gan, ada biawak nya juga ya, di daerah ane sudah jarang ditemui hewan seperti itu gan, kalau mau lihat harus ke kebun binatang hehehe ;D

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...