Sejuta Cerita Roadtrip 2.000 km Padang - Medan PP

xpander overlander


Entah berapa jam yang telah kuhabiskan di jalan dalam perjalanan kali ini. Mesin yang terus menderu menghantarkan daya menuju sepasang ban depan yang terus berputar menantang jalanan Sumatera yang tak selalu ramah. Mungkin, sudah 2.000 km total perjalanan yang kutempuh selama beberapa hari ini. Roadtrip selalu menyenangkan buatku, banyak cerita yang terlalui. Dan kali ini, aku akan bercerita tentang sejuta cerita roadtrip 2.000 km Padang - Medan PP. Tentang cantiknya danau toba, lezatnya kuliner Medan, batu lobang yang tak terduga, dan cerita lainnya..


Sebuah pesan masuk di instagram dari akun GridOto.. "Selamat anda menjadi salah satu pemenang #XploreXpander untuk destinasi Medan ....". Whoaaaa.. Mata berbinar.. Tak sering aku mengikuti lomba. Kali ini, lewat sebuah foto sederhana, aku berhasil memenangkan hadiah liburan ke Medan. Kebetulan, aku belum menginjakkan kaki di tanahnya. Sebenernya dulu pernah ke Medan, tapi hanya transit 15 menit dalam penerbangan dari Jakarta ke Banda Aceh.

Aku diharuskan membawa unit Xpanderku oleh GridOto dan Mitsubishi.. Jarak Padang - Medan cukup jauh, sekitar 800 km. Tapi dengan pertimbangan aku belum pernah ke Medan dan aku juga ingin jelajah danau toba, akhirnya aku iyakan.. Aku berangkat sendirian. Sedangkan Ayu menyusul dengan moda transportasi pesawat terbang. 

Bermalam Dalam Campervan Ala-ala

Rabu malam selepas mengabdi kepada negara, aku meninggalkan Padang dan bertolak ke Bukittinggi. Malam pertama kulalui di Bukittinggi, di dalam mobilku ini. Iya, tidur di mobil. Selain untuk menghemat pengeluaran, mobilku cukup nyaman untuk dialihfungsikan sebagai tempat tidur darurat. Kursi baris kedua dan ketiga Xpander yang bisa dilipat rata lantai menjadi keuntungan tersendiri. Dengan tambahan selembar karpet dan sepasang bantal serta guling yang kubawa dari rumah, jadilah mobil ini seperti campervan. Dan beruntungnya, di salah satu SPBU terdapat banyak mobil yang juga menginap malam itu.. Sekilas, jadi seperti motorhome stopover yang ada di negara-negara barat.
xpander campervan
bagasi yang disulap jadi campervan
Aku terbangun, menggigil kedinginan. Kulihat jam, pukul 01.30 pagi. Udara sejuk Bukittinggi di malam hari telah berganti menjadi udara yang super dingin. kututup rapat seluruh jendela, dan jaket kesayanganku tak lupa kukenakan. 

Pagi menyongsong seraya bunyi ketukan di kaca jendela berubah dari sayup menjadi jelas. Ternyata petugas SPBU sudah menyuruh para penghemat rupiah untuk meninggalkan SPBU karena keramaian hari akan segera menyambut. Oke, terima kasih Uda.

Pertama Kali Menginjakkan Kaki di Tanah Batak

Indikator suhu mesin telah naik, roda mulai berputar dan bersua dengan aspal jalanan. Kutinggalkan kota Bukittinggi yang masih lengang, kutaklukan kelokan demi kelokan jalan menuju Kabupaten Pasaman. Lalu, 1,5 jam dari Lubuk Sikaping, sampailah aku di sebuah tugu kecil bertuliskan "Selamat datang di Daerah Tingkat II Kab. Tapanuli Selatan Sumatera Utara". Ah, akhirnya aku menginjakkan kaki di tanah batak. 


Vlog jelajah danau toba


Orang bilang, bedain Sumatera Barat dan Sumatera Utara itu dari kondisi jalannya. Kalau jalannya mulus berarti Sumatera Barat, tapi kalau jalannya udah gak karuan berarti udah masuk di wilayah Sumatera Utara. Hal tersebut ternyata benar adanya. Di Sumatera Barat, kualitas jalannya antara sedikit yang Sedang, Bagus, dan Bagus Banget. Nah di Sumatera Utara, kualitasnya mulai dari Hancur, Jelek, Sedang, Bagus dan sedikit yang Bagus Banget. 

2 hari sebelumnya, Om Fonda dari komunitas Xpander (X-MOC) mengabari kalau jalan ke Tarutung dari Padang Sidempuan mengalami kerusakan parah yang mengakibatkan truk terguling dan berujung kemacetan. Om Fonda memberi alternatif jalan melalui Sibolga. Ternyata, sampai saat aku di Padang Sidempuan sore hari, kemacetan masih melanda. Kuputuskan untuk melalui Sibolga dan menginap di sana. 

Batu Lobang Yang Bikin Was-was

Sekitar pukul 6.30 pagi aku meninggalkan penginapan di Sibolga. Tanjakan dan kelokan langsung menyambut, tak ketinggalan juga jalan jelek. Ditambah lagi, lebar jalannya yang kadang hanya cukup untuk 1 mobil dengan tepian jurang dan tebing. Wow, mendebarkan sekali.

Di sebuah kedai dengan panorama Kota Sibolga, aku berhenti. Segelas teh tawar hangat menemani, disertai tatapan curiga dari anjing pemilik kedai. Ah, sebenernya ada beberapa destinasi wisata di Sibolga, sayang waktuku sedikit..

Di satu titik, aku kembali berhenti. Pemandangan air terjun tepat di sisi jalan menggodaku untuk mengabadikannya dalam tangkapan lensa. Bunyi klakson yang tak henti-hentinya dari lawan arah membuyarkan konsentrasi berfotoku. Bunyi klakson yang seperti tiada akhir itu menghentikan putaran roda truk besar dan avanza dari arah yang sama denganku. Tak lama, sambil tetap membunyikan klakson, sebuah mobil MPV keluar dari sela-sela tebing, diiringi melajunya truk dan avanza itu yang lantas tak henti-hentinya membunyikan klakson.
tempat wisata sibolga
batu lobang yang mendebarkan
Setelah aku melewati celah tebing itu, aku baru tahu kalau ternyata itu adalah sebuah gua yang dilewati jalan. Gua ini gelap, berbelok, sempit, dan jalannya rusak parah. Aku agak panik melewatinya, berharap segera keluar dari jalan gua ini dan tak berjumpa dengan kendaraan roda 4 atau lebih lainnya. Aku pun tahu alasan kenapa setiap kendaraan yang melewati gua kecil itu akan terus-menerus membunyikan klakson, ternyata memang jalannya hanya cukup untuk 1 mobil. Tanpa banyak babibu, aku pun tak henti menekan tombol klakson sampai akhirnya keluar dari gua itu. Ah, plong banget rasanya saat cahaya matahari mulai tampak dan aku berhasil melewati gua yang akhirnya kuketahui dinamakan batu lobang.
keunikan sibolga
batu lobang yang lebih kecil
Di depan ada satu gua lagi yang juga berlantaikan jalan raya, tetapi lebih pendek dan hanya lurus saja. Aku berhenti sejenak untuk mengabadikan momen, kemudian bergegas melanjutkan perjalanan. Medan masih jauh bung. 

Hampir Sarapan Babi

Setelah 2 jam melewati jalan kecil, jelek, berliku, dan sesekali terhalang sisa-sisa longsoran (tetapi di beberapa spotnya terdapat pemandangan cantik), akhirnya sampai di Kota Tarutung. Sudah setengah 9 dan dari tadi hanya makan roti kecil. Lapar masih terasa, aku membelokkan mobil ke sebuah rumah makan. Setelah parkir, kuperhatikan daging yang menggantung di depan warung. Setelah mata ini fokus melihat ke seonggok daging itu, terlihat ada keanehan. "Kok kupingnya begitu ya? Kok hidungnya begitu ya? Babi!! Itu daging babi!!" Segera kuputar kemudi dan mencari makanan lain. Akhirnya dapat juga sate padang yang udah pasti halalnya.

Terpesona Indahnya Danau Toba

Aku sudah sampai Balige ketika tak henti-hentinya kumerasa takjub atas cantiknya danau toba. Ditambah lagi dengan perbukitan penuh pohon pinus yang mengitarinya. Warna pohonnya ada yang hijau dan ada pula yang kemerahan. Wow!! Cantiknya juara!! 

Karena diburu waktu, aku hanya bisa memandangi keindahan danau toba dari dalam mobil. Sabar,, sabar,, nanti aku akan menginap di samosir setelah dari Medan.
tempat menyeberang ke samosir
pelabuhan ajibata, danau toba
Jam istirahat siang, aku sampai di Parapat. Di sinilah orang-orang menyeberang ke pulau samosir, di pelabuhan Ajibata. Aku melipir ke pelabuhan dan mendapati warung makan bertuliskan "warung makan muslim". Selanjutnya aku paham, tiap rumah makan halal pasti akan tertulis "rumah makan muslim" atau tulisan arab di atas pintunya. Sedangkan tempat makan dengan tulisan BPK pasti haramnya. Yap, Babi Panggang Karo (BPK). Istilah B1 dan B2 kujumpai dimana-mana. B1 adalah biang (bahasa batak yang artinya anjing), dan B2 adalah babi.

Medan HORAS!!

Dari Parapat, perjalanan menuju ke Medan aku melewati Pematang Siantar dan Tebing Tinggi. Di jalur ini jalan sudah relatif bagus dan rame. Sesaat sebelum malam datang, aku pun tiba di Medan. Selama 2 hari di medan, banyak sekali tempat ikonik yang kusinggahi.
keunikan istana maimun
istana maimun
Hari pertama main ke Tjong A Fie Mansion, Istana Maimun, Upside Down World Medan, dan gelaran Tons of Real Happinessnya Mitsubishi. Hari kedua, sebelum ke Berastagi, singgah di Little India Medan. Tempat-tempat itu akan menunjukkan kepada kita kalau Medan adalah kota yang multi-etnis. 

Artikel tentang jelajah kota Medan klik di sini


vlog jelajah kota Medan




Jangan lupakan kulinernya. Citarasa kuliner Medan mampu diterima oleh orang-orang dari mana saja. Mungkin ini pengaruh dari kehidupan kota yang multi-etnis. Lidahku pun cocok sama semua makanan yang sempat kucicipi. Seafood wajir, mie aceh titi bobrok, lontong medan, dan 2 duren hits, durian ucok dan sibolang durian..

Artikel tentang kuliner Medan klik di sini


Pokoknya Medan bukan kaleng-kaleng lah..


Lake Toba and Samosir, The Best Place in Sumatera


2 hari telah dilalui di Kota Medan, sekarang saatnya kembali ke Padang. Aku mengambil rute yang berbeda dari rute saat berangkat. Kali ini perjalanan melewati Berastagi dan menuju Pulau Samosir melewati Tanjakan Tele yang terkenal bikin ciut nyali.. 

Perjalanan dari Medan ke Berastagi sampai ke awal tanjakan tele engga ada hambatan berarti. Jalur ekstrim dan menantang baru menyapa dalam perjalanan dari tele menuju pulau samosir. Jalan sempit berkelok di tepian jurang sungguh memacu adrenalin. Tapi jalan mulus dan pemandangan super breathtaking adalah sebuah reward yang sayang untuk dilewatkan. Salah satu sisi terindah untuk melihat danau toba adalah dari menara pandang tele yang terletak persis di pinggir jalan.. 

Artikel tentang serunya menjelajah kecantikan danau toba klik di sini

Sebelumnya, panorama cantiknya danau toba dan air terjun sipiso-piso telah menyapa terlebih dahulu di desa tongging. Ini merupakan tempat favoritku memandang danau toba, sungguh cantik.
tongging danau toba
view danau toba dari tongging
Puncak keseruan adalah saat menjelajah Pulau Samosir yang berada di tengah danau toba. Samosir memiliki banyak banget keunikan. Budaya batak masih dipertahankan secara turun temurun di sini, dengan rumah-rumah adat nan cantik dan kuburan yang tampak megah. Keunikan lainnya adalah adanya danau di tengah pulau yang dikelilingi oleh danau ini. Yap, terkenal dengan nama danau di atas danau. Di pelosok pulau, banyak hewan ternak berkeliaran, termasuk babi-babi gemuk yang lucu, ahaha.. Dan kecantikan tersembunyi lainnya adalah ada air terjun cantik tepat di pinggir jalan serta ada pantai pasir putih di beberapa tepian danau toba. Amazing..
patung sigalegale di samosir
menari tortor dengan patung sigalegale
Samosir bukanlah tempat terakhirku menyapa danau toba. Aku kembali melewati tele, kali ini menanjak, dari samosir menuju Sumatera. Di Dolok Sanggul, kucicipi kuliner tak wajar di tepian danau toba, rendang daging kuda. Ya, di sini, daging kuda banyak menggantikan sapi dan kerbau sebagai sumber protein hewani. Di daerah ini pun, aku kembali menikmati kecantikan danau toba dari sisi berbeda, tepatnya di Penatapan Bakkara. Danau toba terlihat cantik di ujung sebuah lembah berpenghuni dengan dua bukit cantik yang mengapitnya.

Artikel tentang keunikan pulau samosir yang pernah ada kanibalisme klik di sini

Setelahnya, aku meninggalkan Dolok Sanggul dan bertolak menuju Siborong-borong. Sayangnya aku tak sempat martarombo dengan Namboru Panjaitan, sehingga terlewat jugalah kesempatan main ke rumah dia. Padahal katanya tersedia hidangan daging dengan sayur kol di sana. Gagal deh menikmati makanan yang kuidam-idamkan itu. 

Surga Tersembunyi di Padang Sidempuan

Sampai kembali di Tarutung, kali ini kuarahkan mobil langsung menuju Padang Sidempuan, tak lagi melalui Sibolga. Aku berjudi dengan diriku dengan hanya berbekal sedikit informasi bahwa kemacetan udah mulai terurai di lokasi truk terguling. Sesampainya di lokasi, tak lagi tampak aspal yang harusnya di sana. Sejauh beberapa ratus meter, hanya ada tanah coklat becek nan sempit dengan tanjakan yang bikin nyali sedikit menciut. Ditambah, tepiannya cukup dalam, dan truk yang terguling masih ada di sana. "Waduh, bisa nggak ya??", beberapa kali ragu sampai akhirnya nyali terkumpul sempurna. 

Persneling kuarahkan ke mode L, ambil ancang-ancang sebelum menanjak, mata tetap fokus mencari pijakan dengan probabilitas tinggi akan berhasil. Bruuum,,, gas kupacu cukup dalam untuk menjaga torsi, tangan kustabilkan untuk menjaga kemudi agar ban tidak goyang. Dan beberapa saat kemudian, sampailah aku di puncak tanjakan, dan beberapa meter di depanku mulai terlihat aspal seperti seharusnya. Fiuuh, cukup mendebarkan, tapi bisa kulewati.
tempat wisata padang sidempuan
aek sijornih, padang sidempuan
Setelah melewati Padang Sidempuan, aku berhenti di sebuah tempat wisata yang baru kuketahui, namanya Aek Sijornih. Setelah sampai di area parkiran mobil, kita harus berjalan kaki sejauh beberapa ratus meter untuk sampai di air terjun berundak. Air terjunnya cantik, apalagi saat itu sepi banget dan kami pun bisa berfoto tanpa ada photo bomb di latar belakang. 
 
------------ 

Itulah sejuta cerita roadtrip 2.000 km Padang - Medan PP. Salah satu hal menarik yang kita bisa dapatkan saat melakukan roadtrip, adalah menemukan "surga-surga" yang sebetulnya tidak ada dalam bucket list kita. Seperti inilah gaya traveling yang suka, nggak melulu tentang tujuan utama, tetapi juga tentang hal-hal yang bikin surprise dalam mencapai tujuan utama itu. Dan, kendaraan pribadi (mobil atau motor) lebih kupilih dibanding kendaraan umum (maaf ya buat kalian yang menggencarkan penggunaan kendaraan umum). Itulah juga kenapa, aku memilih menggunakan sepeda motor dalam perjalanan menjelajah Sulawesi di awal 2019 dibandingkan dengan kendaraan umum, karena aku akan bisa menjelajah setiap detil "surga" dengan efektif dan efisien..


------------
Berkunjung Oktober 2018
Traveler Paruh Waktu

 

Hello, i am Bara, an officer who loves traveling. I write all of my travel experiences in this blog. If you want to collaborate with me, please send me message to travelerparuhwaktu@gmail.com , :)

Previous
Next Post »

44 komentar

  1. Wah, keren Bara... kuat banget hehehe.. aku 2000km udah tepar, lebih suka disupirin ketimbang nyetir :p 2000 kilo ini kalo dari jawa berangkat dari anyer, panarukan, balik lagi ke anyer :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku emang suka overland,, udah dari jaman SMA sering perjalanan jauh naik motor, :D

      Hapus
    2. batu berlubang sama aek sijornih ini pernah denger, tp di foto ini aek sijornih kece abis... dalem gak ya, atau gak bisa berenang sama sekali?

      Hapus
    3. bisa buat berenang tapi ga dalem kok,, asik buat main air gitu deh..

      Hapus
    4. Terimakasih Bara buat infonya, kalo ke tapanuli selatan kayaknya aku mau mampir Sijornih :P

      Hapus
  2. cakep banget itu aek sijornih, semacam lukisan. Banggalah orang yang berada di Medan punya banyak tempat yang bagus selain Danau Toba

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya cakep bgt,, apalagi pas datang ngga ada pengunjung lain, serasa milik pribadi :D

      Hapus
  3. wah baru aja nulis soal keinginan jalan-jalan ke sumatera utara, pas lagi blogwalk malah ketemu blog kak barra yang roadtrip ke medan. menarik banget artikelnya kak, bikin pengen cepet-cepet beerangkat ke medan! pengen roadtrip tapi kayanya kalo dari jawa ngga kuat juga hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kalau dari jawa mah tepar kalau sampai sumatera utara ahaha.. dari medan nyewa mobil aja, terus lanjut danau toba.. perjalanan mudah kok, bisa lewat pematang siantar trs ke parapat dan nyeberang naik feri, atau lewat berastagi terus lewat tele.. tapi lebih seru lagi kalau berangkat lewat tele, pulangnya nyeberang ke parapat trs ke medan..

      Hapus
  4. Wah nge trip 2000km, kalo dirasa sih pegel, tapi pas baca kayaknya seru juga yah nginep di pom bensin, trus lewatin pemandangan bagus, plus terowongan super serem yang cuma sejalur itu hehe..
    BTW aek sijornih nya cakep amat,ga rame manusia pula.. Itu mah surga

    BalasHapus
    Balasan
    1. entah kenapa ya,, karena mungkin terlalu excited dan pengen fun,, jadinya kok engga pegel2 amat kok setelah dilewati..

      Hapus
  5. dulu pas di bukittinggi juga disuruh untuk lanjut sekalian ke medan, namun hal itu tidak pernah terjadi karena tiket pulang jakarta yang menurutnya terlalu cepat...Mungkin lain kali bakal ke medan. aku juga suka perjalanan panjang via darat. bisa berhenti sesuka hati untuk menikmati pemandangan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari bukitinggi ke medan masih jauh banget sih itu, ahaha.. harus benar2 diniatkan :D .. bener, perjalanan panjang via darat itu seru..

      Hapus
  6. kalo road trip aku jg lbh milih kendaraan pribadi mas ;p.. biar nyaman aja sih. bebas mau berhenti kapanpun.. jd kangen road trip lagi.. trakhir road trip aku 2013, dari jkt sampe gresik. seru sih itu... kalo sumatra palingan medan sibolga doang ;p... bener sih, jalanan sumatra utara itu jeleeek. kalah sama aceh.. aceh sejak tsunami krn ada bantuan dr NGO asing jd jalanannya halus byanget. makanya aku juga mikir2 kalo udh mau mudik ke sibolga..

    di deket danau toba itu ada restoran melayu enaaak.. namanya gumarang.. aku makan di situ trakkhir ke sibolga. suka ama dendeng balado dan aneka gulainya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. road trip pokoknya suka banget aku. klo suatu saat bisa mencapai titik financial freedom pengen sih keliling dunia pake mobil hihi.. iya Aceh terkenal jalannya mulus2 dan lebar2 ya.. aku dulu cuma sekitaran banda aceh aja, jadi belum bisa membuktikan langsung hehe..

      wah aku ga tau restoran gumarang itu mbak, kelewat dari radar kemarin wkwk

      Hapus
  7. Hahahahha whew mendebarkan gitu yes nyetir kesitu situ

    Air tejun nya bikin mupeng banget baaaaang, jadi pengen mandi mandi di situ huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pengen juga mandi2 disitu tapi waktu itu dikejar2 waktu pulang sih wkwk

      Hapus
  8. bang ini yg sama kaya di vlog kmrn bukan?

    BalasHapus
  9. Ini program khusus pengguna xpander aja berati mas?

    Ngeri juga kalau enggak mbuyiin klakson pas lewat gua itu. Papasan sama kendaraan lain kan bahaya tingkat dewa. Itu misal truk atau bus ukuran besar, apakah bisa lewat situ juga mas? Apa khusus kendaraan kecil - kecil aja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari 5 kota, masing2 kota hadiahnya untuk 1 pengguna xpander dan 1 non pengguna..

      iya, makanya sebelum masuk ke lobang itu harus terus2an bunyiin klakson. harus peka juga sih kira2 siapa yang lebih dekat ke lobang, jadi yg satu harus ngalah.. bus dan truk2 besar bisa lewat juga kok, tapi ngepas bgt kayanya..

      Hapus
  10. Luar biasa bang 2000 km jauh sekali loh, di sepanjang jalan melewati spot2 keren ya,...
    Ada juga batu lobang, krn sempit harus hati2 dan tekan klakson biar nggak tubrukan sama yg arah berlawanan, mmm baru tahu ada jalan nenembus batu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak sekali jalan juga sih,, itu totalnya 7 hari dari padang - medan - padang :D

      Hapus
  11. Video-videonya super cool...kerennn....!!
    Suka banget potongan klipnya plus background musicnya, satu potongan yang berkesan, tempat eksekusi samosir...suaranya bisa jelas gitu yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi terimakasih.. ini masih belajar dan iseng2 aja sih bikin video wkwk..

      Hapus
  12. wah sumpah keren banget dah jadi pingin niru travel kek gini

    BalasHapus
  13. Wuuihh keren sob jadi serasa ingin touring nih...Ditambah alam pemandangannya juga menakjubkan dan sejuk..😄😄

    BalasHapus
  14. Woouww mantuuul ...
    Mas Bara memenangi undian gridOto expander ..
    Selamat, ya 👍

    Beaya transportasi dan akomodasinya ditanggung semua ya, mas ?
    *kepo* wwwkkk ...

    Cerita nglewatin gua yang cuma mampu dilewati 1 mobil ... ikut deg-degan juga bacanya 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ditanggung semua mas, hihi.. alhamdulillah..

      sama, kalau inget jadi deg2an lagi ahaha..

      Hapus
  15. Mantul bisa inget jalan sejauh ituu wuehehe, inspirasi banget ;D

    BalasHapus
  16. seru banget baca road trip-nya ... jalanan disana punya keunikan dan keseruan tersendiri .. mesti ngelewatin terowongan alami .. bahkan 2 x ...
    jadi kepengen juga jalan jalan berpetualang naik mobil seperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga bisa terwujud yaa, seru banget lhoo.. :D

      Hapus
  17. weww berpetualangnya totalitas,,
    aku pengen nih explore sumatera,butuh waktu brp hari ya kira2..
    soalnya aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di sumatera..
    mimpi dulu deh hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kalau mau total kayanya minimal sebulan deh, kecuali mau nyicil daerah mana dulu yang dikunjungi :D

      Hapus
  18. perjalanan panjang sebegini mah gak akan terasa kalau selalu bersama mbak ayu yang ayu itu, hahaha

    BalasHapus
  19. Hayuk lah kapan-kapan ke sana lagi aku nebeeeengg

    #TimMalesNyetir #TimPencariBoncengan #TimHobiTidurDiperjalanan

    BalasHapus
  20. Wahh asyik banget keknya perjalanan panjang Padang Medan mas bro.
    Solo rider gitu.

    BalasHapus
  21. lumayan jauh juga ya gan perjalanan padang ke medan, tapi kalau pakai mobil sepertinya nggak terasa, kan bisa lewat jalan tol gan :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...