Menapakkan Kaki di 3 Wisata Kekinian Lembang



Wisata kekinian? Kawasan Lembang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, termasuk salah satu yang paling terkenal akan spot-spot wisata kekiniannya. Farmhouse Susu Lembang, Lembang Floating Market, The Lodge Maribaya, De Ranch, dan Taman Begonia adalah beberapa dari sekian banyak tempat wisata bernuansa kekinian di Kawasan Lembang. Tak cukup waktu sehari untuk menjelajahi semuanya. Tapi keterbatasan hariku saat itu hanya membawaku ke tiga tempat yang menurutku cukup ikonik.



Tanah Leluhur, Aku Datang

Kereta argo parahyangan yang kunaiki perlahan mulai berjalan meninggalkan stasiun Bekasi. Ini pertama kalinya aku menuju Bandung dengan kereta. Karena ini rute baru bagiku, aku pun lebih memilih mengarahkan mata keluar jendela dibanding memejamkannya. Biasanya aku disuguhi trek lurus dan pemandangan monoton dalam perjalanan yang sering aku lalui menuju kampungku di wilayah Kabupaten Brebes.  Namun perjalanan ke Bandung ini agak berbeda, lebih menarik. Beberapa kali kereta harus melewati tikungan dan jembatan, juga penampakan perbukitan yang indah.
indahnya perbukitan di tanah pasundan

Roda-roda logam berhenti berputar di atas relnya tatkala waktu menunjukkan pukul 12an, hampir 3 jam kereta ini membawaku. Kami tiba di stasiun Bandung. Kami tiba di tanah para dewa, tanah parahyangan, tanah leluhurku. 

jalur angkot
Jarak hotel yang kami pesan tidak terlalu jauh dari stasiun, hanya 700 meter. Namun, seorang akang tukang becak menolak mengantar kami dikarenakan jalanan yang macet kala itu. Pertimbangan jarak dan kemacetan membuat kami memutuskan untuk jalan kaki saja, toh udara di Bandung juga cukup sejuk.

Kami menginap di hotel yang super duper cantik, namanya summerbird.. Kami pesan hotel ini karena kecerobohan dan tersihir oleh kelucuan hotel ini ((Artikel tentang review hotel summerbird menyusul))... Awalnya kami mau menginap di Lembang karena tujuan utama liburan kami kali ini adalah mengunjungi tempat-tempat wisata artificial di Lembang, tapi entah kenapa jemari malah memesan hotel Summerbird tanpa melihat deskripsi lebih lanjut terkait lokasinya. Ah, summerbird, kecantikannya benar-benar menyihir.. 





Tarif Sewa Mobil yang Menggila dan Susahnya Cari Motor Sewaan

Kami berencana menyewa mobil selama di Bandung. Tetapi ternyata kami salah perkiraan. Mau harga normal pas masih suasana lebaran? Mimpi!! Bukan hanya harga naik 2x lipat, tapi mencari unit yang tersedia pun susahnya bukan main. Kalaupun ada, gak bisa lepas kunci. Aku dan Ayu tak terbiasa jalan-jalan ditemani sopir.

Plan B, kami putuskan untuk sewa motor. Dan, cari sewaan motor yang available pun susahnya bukan main. Setelah menghubungi banyak penyedia sewa motor yang kudapat dari internet, akhirnya dapat juga walaupun kondisinya memprihatinkan. Untuk menyalakan mesin harus pake starter engkol yang mana harus distandar dua terlebih dahulu. Proses standar dua pun cukup susah karena harus mengangkat motor terlebih dahulu. Waktu terus berjalan sehingga akhirnya terpaksa aku mengiyakan menyewa motor amburadul itu..

Farmhouse Susu Lembang

Semakin menjauhi Kota Bandung, jalanan menuju Lembang pun semakin memadat. Sampailah kami di daerah Lembang. Kami berhenti di parkiran Farmhouse Susu Lembang, tujuan pertama di perjalanan kali ini. Lokasinya paling dekat ke Kota Bandung dibanding lokasi lainnya. Ada banyak lokasi parkir di sini, jangan terkecoh.. Sebaiknya parkir di parkiran resmi farmhouse susu lembang. Karena ketidaktahuanku saat itu, aku harus berjalan kaki cukup jauh dari parkiran sampai ke pintu masuk Farmhouse..






Masih dalam suasana libur lebaran, farmhouse susu lembang penuh oleh para wisatawan. Rasa-rasanya pasar atau mall pun tak pernah seramai ini.. Spot foto di sini lumayan banyak, tapi karena saking ramainya, sangat susah untuk mendapatkan foto kece yang hasilnya maksimal. Selain itu, gak semua spotnya gratis, untuk masuk ke beberapa tempat dikenakan biaya tambahan, seperti misalnya kalau mau berfoto dan memberi makan hewan ternak. Bila ingin lebih total fotonya, bisa menyewa gaun-gaun bernuansa Eropa.






Beberapa rumah ala-ala hobbit telah dibangun lengkap dengan pernik-pernik pendukungnya. Silih berganti muda-mudi bergantian berfoto di spot ini, begitu juga di lokasi rumah kayu dengan desain artistik. Beberapa pengunjung menyewa baju dengan nuansa Eropa sibuk berpindah dari 1 lokasi foto ke lokasi lainnya, menciptakan foto keren paripurna yang wajib diupload di instagram. Ribuan gembok cinta telah terikat dan menempel di sepanjang area jalan khusus, adakah nama kalian terukir di gembok-gembok itu??? Kincir angin dan bunga tulip ala-ala belanda mempercantik tempat wisata ini, letaknya berdekatan dengan toko souvenir. Sedangkan anak-anak yang lebih kecil tampak sibuk dan riang memberi makan kelinci dan domba, menyusui sapi dengan botol, dan mengelus-elus iguana jinak. Semua pengunjung tampak bergembira menelusuri sudut-sudut dan wahana yang tersedia di tempat ini.




Jangan khawatir kalau lapar ataupun haus, karena banyak sekali gerai makanan dan minuman di dalamnya. Tiket yang kita beli pun bisa kita tukarkan dengan segelas susu murni/susu kemasan/makanan yang tersedia di beberapa gerai. Tempat penjualan souvenir tentang farmhouse susu lembang juga tersedia.

tiket masuk farmhouse susu lembang bisa dituker dengan susu ini guys..


Rasa-rasanya semua tempat telah kami kelilingi, dan setiap sudutnya dipenuhi dengan lautan manusia.. Puas berkeliling dan berfoto, saatnya melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.

Tiket masuk: 25K
Tiket tambahan: rata-rata 10K


Lembang Floating Market

Tempat kedua yang kami kunjungi di perjalanan kali ini adalah Lembang Floating Market.. Kami datang pas di jam makan siang. Memang kami atur demikian, karena tujuan utama ke sini adalah untuk menyantap seabreg jajanan yang dijajakkan di tengah-tengah sebuah danau kecil. Berbagai jenis makanan dan minuman dijual di gerai-gerai yang berada di atas perahu. Itulah keunikan Lembang Floating Market ini, karena penjualnya berada di atas perahu yang mengambang di atas danau.

inilah kenapa dinamakan lembang floating market


Untuk membeli jajanan-jajanan tersebut, terlebih dahulu kita harus menukar uang dengan koin-koin bertuliskan nominal uang, yang nantinya menjadi nilai tukar kita.. Setelah itu, tinggal datang ke gerai makanan yang kita inginkan.

koin untuk jual beli di lembang floating market


Datang ke sini di hari libur dan di jam makan siang, udah kebayang kan ramenya kaya gimana?? Antriannya gak jelas, sehingga kadang orang yang datang terakhir bisa dilayani duluan oleh para penjual makanan. Setelah mengantri di beberapa gerai dan memperoleh semua makanan, masalah berikutnya adalah tempat duduk. Memang banyak sekali tempat duduk di sini, tetapi jumlahnya tetap tak sebanding dengan pengunjung di hari libur seperti ini. Sehingga terkadang kita harus makan sambil berdiri, lesehan, atau cari sudut-sudut yang bisa digunakan untuk duduk. Beruntung saat itu ada keluarga yang telah selesai makan sehingga kami langsung menempati tempat duduk yang ditinggalkan.

santap siang dimulai


Masih di area danau, pengunjung lain tampak menikmati wahana air yang tersedia seperti misalnya sepeda air. Sebagian lagi asik memandangi ikan warna-warni berukuran besar. Penjual souvenir mencoba menarik pembeli, dan beberapa anak kecil tampak asik menikmati wahana kekinian seperti game 4D.

Di pinggir danau, pengunjung lainnya tampak asik bermain dan berfoto dengan kelinci-kelinci kecil nan imut. Becak-becak kecil berbaris menunggu para wisatawan cilik merengek ke ibunya untuk menaikinya. Kuda poni kecil yang tampak sedih berada di pojokan. Angsa-angsa berisik saling bersahutan di sisi lain.

Perut sudah kenyang, waktu terus berjalan. Berlama-lama di sini hanya akan menghambat perjalananku ke destinasi terakhir. Kami pun meninggalkan Lembang Floating Market.

Tiket masuk: 25K


The Lodge Maribaya

Perjalanan The Lodge Maribaya adalah yang paling menyiksa dibanding perjalanan sebelumnya. Jalanan sudah sebegitu macetnya sampai kami yang naik motor pun sangat susah melangkah barang beberapa meter saja. Lokasinya juga cukup jauh. Namun suasana pedesaan yang tentram dan hembusan udara pegunungan sedikit mereduksi lelah kala itu. Selama perjalanan, berbagai wahana wisata lain di Lembang pun kami lewati. Mungkin next time giliran tempat-tempat itu yang akan kami kunjungi.


Dari parkiran kendaraan sampai ke pintu gerbang The Lodge Maribaya, jaraknya kisaran beberapa ratus meter. Namun bagi mereka yang tak ingin capek berjalan kaki, kang ojek pangkalan selalu siap sedia mengantar jemput. Di sepanjang jalan terserak berbagai macam gerai makanan dan sayuran segar.

Tak kalah dengan 2 destinasi wisata sebelumnya, The Lodge Maribaya pun dipenuhi berjubel wisatawan. Kami datang terlalu sore, sampai-sampai, beberapa wahana tak lagi menerima antrian baru karena sudah mengularnya antrian yang ada. Diantaranya sepeda dan ayunan yang terkenal itu, yang tampaknya seperti sudah menjadi ikon wisata kekinian di The Lodge Maribaya.




Kaki terus melangkah, hingga sampai di sebuah titik pandang hutan pinus khas Maribaya yang rapi dan cantik itu. Waaah, cantik!!! Beberapa wisatawan tampak bergantian berfoto. Tiba-tiba,,, seorang ibu-ibu terlihat dipandu dan dibawa keluar arena wisata oleh beberapa orang petugas wisata, diikuti oleh rombongan keluarganya. Usut punya usut, ternyata ibu itu pingsan saking takutnya saat mencoba salah satu wahana di sini. Hampir seluruh wahana berkaitan erat dengan ketinggian. Nah, bagi kalian yang memang ada phobia tempat-tempat tinggi, sebaiknya jangan coba-coba menaiki salah satunya. Memang keamanannya udah terjamin, tetapi mental kita sendiri kadang yang tak bisa berkompromi.


pemandangan pertama sesaat setelah memasuki the lodge maribaya
salah satu wahana palsu di the lodge maribaya :V


Kami berkeliling melihat-lihat setiap sudut tempat wisata ini. Bagi sebagian orang, mungkin wahana-wahana di sinilah daya tarik utamanya. Tapi bagiku, cukup dengan melihat keindahan hutan pinus yang rapi yang menjadi latar belakang setiap foto adalah bagian terbaiknya.


the lodge maribaya

traveler paruh waktu

behind the scene foto ayunan yang ikonik itu

private area for camper

Beberapa wahana masih membuka antrian walaupun wisatawan yang antri sudah lumayan banyak. Kami mencari wahana yang sepi dan dapatlah 1 wahana paralayang yang tak ada seorang pun mengantri. "Ini terbang sampai mana mas???" Tanya Ayu ke petugasnya. "Cuma sampai ujung besi itu aja Teh, di sini palsu semua wahananya", si akang menjelaskan. Hahaha,, jangan berekspektasi lebih di wahana-wahana yang ada di sini. Tujuan utamanya memang bukan untuk memacu adrenalin, tetapi untuk mendapatkan foto kece paripurna untuk diupload di media sosial.

antrian pengambilan foto


Di setiap wahana, terdapat fotografer yang sigap mengambil gambar ikoniknya.. Tapi, fotonya tak gratis, dan pengambilan file foto tersebut terpusat di 1 tempat di pintu keluar. Dan kalian tahu bagaimana ramainya antrian pengambilan foto tersebut? Tak terbayang ramainya.. Bahkan untuk sekedar lewat menuju pintu keluar pun terganjal antrian tersebut.

tiket masuk the lodge maribaya bisa dituker dengan susu enak ini guys..


Kutukar tiket masuk dengan segelas susu sesaat sebelum meninggalkan kawasan The Lodge Maribaya.

Tiket masuk: 30K
Tiket masing-masing wahana: rata-rata 25K
Perfoto: 10K

-----------------

Mentari semakin mendekati horizon, badan sudah semakin letih tapi pikiran tetap bahagia. Kami pun menutup perjalanan ke Lembang dan bergegas kembali ke Kota Bandung. Dan kalian tahu apa yang paling menyebalkan dan harus dihadapi dalam perjalanan pulang ini? Welcome MACET!!!

-------------------
Berkunjung Juni 2018
Traveler Paruh Waktu
Previous
Next Post »
35 Komentar
avatar

Padahal udah fresh liburannya, tp pulangnya macet, mulai deh masalah.... Hehehe.

Balas
avatar

Hastagaaaahhh, aku kibarin bendera putih aja lah.. Hahahahah ga kuaaaat liat ramenya di dalam. Itu kenapa farmhouse belum ada sepi2nya yaak :p. Aku blm ksana krn nunggu sepi wkwkwkw..

Yg lodge maribaya trakhir kesitu maret untungnya ga rame2 amat, tp hujaaan :D. Jd banyak berteduhnya. . Lembang memang bagus sih mas, tp rasanya, aku kesana kalo sedang ga peak season ajalah :p

Balas
avatar

Sekarang lagi banyak jalan-jalan santai ya Bar? Kapan mau jalan adventure lagi?

Balas
avatar

Wah selalu ya bg kalo destinasi kekinian itu rame hehee.

Tapi seru juga untuk sekedar piknik2 manja hehehe

Balas
avatar

Yang Maribaya paling menarik walaupun kalau rame bocoooor hahaha.
Dulu pas ke Lembang aku juga sewa motor. Sewa punya anak mahasiswa/i Bandung. Tarifnya 50 ribu. Murah tapi ya karena gak lagi musim libur ya.

Jalan ditemani orang lain emang belum tentu enak haha. Paling ideal lepas kunci emang.

Balas
avatar

Padahal foto-fotonya seru banget ya. Tapi kalau pulangnya harus bermacet-macetan ria, sepertinya aku masih mikir2 ehehehe.

Balas
avatar

haha , itulah,, endingnya gak enak bgt,, lelah zainudin..

Balas
avatar

daerah lembang ini kayanya gak bakal pernah sepi deh... low seasonnya bulan apa ya kira2? Hihi..

Kmrin sempet gerimis dikit,, udh deg2an aja, pake motor kan,, untung sebntr bgt gerimisnya..

Balas
avatar

nunggu anak2 cpns mas.. di kantor anak mall semua wkwk.. dulu biasa explore sama anak2 star bpkp unand.. tapi ini juga msh suka adventure juga kok ,, blm pada ditulisin aja, maleeees hahaha

Balas
avatar

iyaa,, kadang butuh juga kita piknik manja setelah lelah trekking dan panas2an di pantai terus hihi

Balas
avatar

sama, aku juga paling suka maribaya.. sayang aku gak sempet foto di wahana ikoniknya, hihi.. kmrin aku dpt di harga sekitar 90k,, padahal motor butut,, huff syedih..

Balas
avatar

salah bgt emang dtg pas peak season,, tapi minimal harusnya sih nginepnya di lembang juga..

Balas
avatar

Baru pernah ke Floating market dan farm house.. Yang satunya belum, tapi lihat view fhotonya bagus.. Rekomendasi memang destinasi di lembang

Balas
avatar

Walah, kalau rencana mau sewa mobil atau motor di Bandung nggak bisa dadakan, bro. Bandung itu touristy banget.
Kenapa nggak naik GoCar atau GrabCar aja?

Farmhouse itu menurut gue overpriced. Tempatnya kecil, cendol, terus cuma gitu doang.

Balas
avatar

Sy bs bayangkan crowded nya manusia, refresing buat saya, saat semua orang sedang tidak melakukannya ...

Tempat yang indah kalau kebanyakan pengunjung, jadi sumpek, gk ngebayang dah. Tp memang anda luar biasa 👍

Balas
avatar

Abis dari sini dooong hahahahha

Tapi cuma ke floating market nya aja (termasuk garden rainbow dll di dalemnya), sama ke kafe Dago bakery yang ada tower harry potter itu tuh. sama kawah putih.

Lodge maribaya sama farmhouse pas liburan selanjutnya deh ehehehe

Balas
avatar

Bahasa dan artikel nya keren...
Di tunggu destinasi wisata travel paruh waktu di kan brebes..

Balas
avatar

Lembang memang semakin cantik untuk wisatanya. Aku termasuk yang ga pernah bosan bolak-balik mengunjungi wisata di Lembang.
Aku nungguin cerita sihir Summerbird nya. Tahu banget betapa cantiknya hotel itu.

Balas
avatar

Dari ketiga tempat itu yang baru aku samperin cuma Farm House aja, hahaha :D
Sisanya nanti deh kapan2 kalo balik ke Bandung lagi :D

Balas
avatar

Wisata Lembang emang komplit banget segalanya ada ,..
Aku aja pengen balik lagi ke sono tapi jauh ya wkwk

Balas
avatar

the lodge menurutku yang paling bagus sih dari ketiga itu..

Balas
avatar

klo pake gocar atau grab ribet pindah2nya haha..

iya sih, cocoknya buat wisata keluarga, bawa anak2 kecil hihi

Balas
avatar

haha, saya pun tak suka keramaian,, tapi mumpung lagi di jawa yaudah datang aja walaupun tahu pasti bakal rame banget hehe

Balas
avatar

pecinta harry potter mah emang harus datang ke dago bakery duluan ya sebelum yg lain2, ahaha

Balas
avatar

hihi,, siap yos.. ngetrip bareng kita? :D

Balas
avatar

ahahaha,, langsung aja cek,, udah diposting kok hihi

Balas
avatar

gak bisa sekali dua kali ke Lembang mah,, muncul lagi muncul lagi wisata baru, kaya jamur di musim penghujan haha

Balas
avatar

iyaa, bikin pgn balik lagi karena banyak bgt tempat wisatanya,, gak cukup sekali dua kali haha

Balas
avatar

Waah, bagus semua Bara. Jadi pengen nih. Sudah 5 tahun gak pernah kesana. Dulu juga hanya lewat saja.

Balas
avatar

dan kalau dulu pastinya gak sebanyak sekarang kan wisatanya..

Balas
avatar

Pernah ke The Lodge Maribaya, dan rasanya salah hari karena berkunjung pas weekend.
Ramenya? Jangan ditanya.
Antrian ayunannya? Ampuuun!!

Balas
avatar

bener sih,, harus di hari kerja aja kalau mau berkunjung ke sana mah ahaha..

Balas
avatar

Mas istrinya cantik bener. Orang Indonesia kah? :O

Balas
avatar

Jangankan waktu libur lebaran mas, aku ke Lembang pas weekend aja susah bgt cari sewaan motor, untung aja dpt hehehe. Aku belum ke Lodge Maribaya, aduh makin penasaran sama tempat itu.

Balas
avatar

Insyallah kalo gak awal tahun siap ke Bandung lagi... thanks mas" PNS hehe, moga berkah ya mas kerjaannya... salam kenal... thanks dah bikin semangat move on ke Bandung lagi...

Balas

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...