Menelusuri Jejak Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu, Solok Selatan

asal usul sungai pagu


Selain Kerajaan Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar, ranah minang juga memiliki kerajaan lain yang lebih kecil. Salah satunya adalah Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu di Kabupaten Solok Selatan. Uniknya, Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu memiliki 4 orang raja yang terkenal dengan istilah Rajo Nan Barampek (Raja yang berempat). Raja-raja tersebut memiliki peranan berbeda dan istana sendiri-sendiri.



Rajo Nan Barampek tersebut yaitu:
- Daulat Yang Dipertuan Bagindo Sultan Besar (Rajo Daulat/Rajo Alam),
- Tuanku Rajo Bagindo (Rajo Adat, mengurusi masalah adat, tambo, dan ekonomi)
- Tuanku Rajo Malenggang (mengurusi masalah pajak)
- Tuanku Rajo Batuah (mengurusi masalah agama dan pertambangan)

Kerajaan Surambi Alam Sungai Pagu memang sudah tak lagi eksis, namun jejak peninggalan sejarahnya masih dapat kita jumpai saat ini. Beberapa diantaranya yang gue datangi bareng kawan-kawan blogger palanta adalah Istano Rajo Balun, Istano Rajo Alam , Masjid Kurang Aso 60, dan Rumah Gadang Inyiak Majo Lelo. Yuk kita bahas satu-satu.

Istano Rajo Balun

Istano Rajo Balun terletak di pinggir jalan besar sebelum Koto Baru. Kami datang ke sini di hari pertama kedatangan ke Solok Selatan sebelum menuju kawasan saribu rumah gadang. Ibu Puti Ros Dewi atau biasa dipanggil Bundo menyambut kami dengan hangat. Beliau mempersilakan kami masuk ke dalam rumah gadang.

istana raja balun
istano rajo balun kerajaan alam surambi sungai pagu


Bundo menceritakan asal muasal kedatangan orang-orang minang ke wilayah yang sekarang dinamakan Solok Selatan dan bagaimana Kerajaan Surambi Alam Sungai Pagu terbentuk. Bundo juga bercerita bahwa istana ini pernah dibakar VOC dan meluluhlantakkan hampir semua yang ada di dalamnya, termasuk senjata. Hanya sedikit yang tersisa.

interior rumah gadang istano rajo balunisi ruangan istano rajo balun

Beberapa peninggalan yang masih tersisa dipajang di dalam istana, termasuk beberapa naskah kuno. Foto-foto raja dan keturunannya tak lupa juga ditempel di dinding istana.

naskah kuno istano rajo balunfoto raja dan petinggi di istano rajo balun tempo dulu

Di belakang istana terdapat dua buah bukit. Bukit yang kecil dulunya dijadikan tempat untuk menggelar pesta rakyat ketika ada raja yang meninggal. Bukit yang besar konon dijaga oleh 3 ekor harimau sumatera,, serem ya guys :D ..

naskah balun yang tersimpan di istano rajo balun


Istano Rajo Daulat

2 hari kemudian, seiring dengan kepulangan kami ke Kota Padang, kami menyempatkan mengunjungi Istano Rajo Daulat, Masjid Kurang Aso 60, Rumah Gadang Inyiak Majo Lelo.

Istano Rajo Daulat terletak tak begitu jauh dari Istano Rajo Balun, namun untuk menuju lokasi kita harus membelokkan kendaraan ke jalan kecil.

istana kerajaan alam surambi sungai pagu


Kami disambut hangat oleh seorang wanita keturunan raja, kami memanggilnya Uni. Uni pun bercerita mengenai asal usul Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu dan keunikan-keunikan yang ada di istana.

foto rajo daulat dengan gelang emasnya
sepasang gelang emas besar saat dipakai raja daulat



Raja Daulat mempunyai sepasang gelang emas yang berukuran besar. Gelang tersebut sangat berat, sehingga harus diikatkan ke leher saat dipakai. Gelang tersebut dipakai saat penobatan sang raja. Konon, asal muasal gelang tersebut bermula saat masyarakat kerajaan sedang memanen padi. Mereka lalu menemukan emas dari padi, entah di batang padi atau di biji padinya. Emas tersebut mereka serahkan kepada raja yang akhirnya dibentuk menjadi gelang. Benda tersebut sekarang ada di salah satu turunan raja di Jakarta. Tetapi kalau mau melihat duplikatnya dapat berkunjung ke museum Adityawarman di Padang.

interior rumah gadang istano rajo alamproses penobatan rajo daulat / rajo alam kerajaan alam surambi sungai pagu

Selain itu, terdapat benda bersejarah lainnya yakni gong kebesaran yang dibunyikan saat penobatan raja. Uniknya, gong tersebut akan berbunyi sendiri apabila ada sesuatu yang terjadi di istana. Selain gong yang berbunyi sendiri, terkadang ada tetesan-tetesan darah saat sesuatu yang buruk terjadi. Hal unik lainnya adalah adanya sepasang buaya putih yang akan datang ke sungai batanghari yang berada di belakang istana saat ada penobatan raja. Terkesan seram ya..



Masjid Kurang Aso 60

Sekitar 100 meter dari istano rajo alam, terdapat sebuah masjid yang sangat tua. Masjid tersebut adalah masjid pertama di Solok Selatan dan saat ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Arsitektur masjid ini berbeda dengan masjid yang biasa kita lihat sekarang. Bangunan lebih pada bangunan tradisional jaman dulu, gabungan antara arsitektur hindu-jawa, arsitektur tiongkok, dan arsitektur minangkabau.


misteri masjid 60 kurang aso solok selatan

Penamaan masjid ini berasal dari jumlah nenek moyang yang berjumlah  60 yang berasal dari Pagaruyung. Dalam perjalanan menuju Sungai Pagu (Solok Selatan), 1 orang diantaranya meninggal.

masjid 60 kurang aso solok selatanMasjid ini memiliki 59 tiang, dimana tiang yang paling besar berada di tengah bangunan. Menurut cerita, barang siapa mampu memeluk tiang tersebut secara sempurna (tangan kanan dan menggenggam tangan kiri dengan sempurna) maka segala harapannya akan terwujud. Sayang sekali, pas gue mencoba melingkarkan tangan, ternyata tak mampu merapatkan kedua tangan dengan sempurna.

Keunikan lainnya, konon apabila kita menghitung jumlah tiang di sini sebanyak 3x, hitungan kita akan berbeda. Emangnya iya kah? Gue penasaran banget.. Dengan fokus yang tinggi, gue mulai menghitung seluruh tiang yang ada di dalam masjid ini. 1..2..3...59. 59 tiang yang gue hitung. Gue mulai lagi menghitung.. 1..2..3..60.. Lho kok beda ya?? Lalu di hitungan yang ketiga, kembali 59 tiang yang gue dapat. Apakah cuma gue yang mengalami hal seperti ini? Ternyata teman-teman pun mengalami hal yang sama. Gue ingin mencoba menghitung lagi tapi urung, lelah Zainudin . :D ..

Rumah Gadang Inyiak Majo Lelo

Spot terakhir yang kami datangi sebelum kembali ke Padang adalah rumah gadang Inyiak Majo Lelo. Lokasinya tak begitu jauh dari Masjid Kurang Aso 60.

solok selatan heart of minangkabau


Kami disambut oleh seorang lelaki turunan Inyiak Majo Lelo. Uda bercerita banyak hal tentang sejarah rumah gadang ini.

Lagi-lagi, ada keunikan dari rumah ini, seperti rumah-rumah gadang lainnya. Tapi mungkin rumah gadang Inyiak Majo Lelo ini yang memiliki keunikan terunik diantara lainnya :D ...

Konon, rumah gadang ini terbentuk hanya dalam waktu semalam saja, seperti kisah gunung tangkuban perahu atau candi sewu. Ceritanya, rumah gadang ini disiapkan untuk menjadi salah satu istana. Pada sore hari, material kayu telah terkumpul di sekitar lokasi pembangunan rumah. Keesokan harinya, tiba-tiba kayu-kayu tersebut telah membentuk sebuah rumah gadang.

barang peninggalan inyiak majo lelo solok selataninterior rumah gadang yang jadi dalam semalam

Menurut cerita Uda, sejatinya terdapat 5 orang calon raja di Alam Surambi Sungai Pagu. Selain 4 raja tersebut, terdapat 1 orang lagi yang merupakan calon raja, yakni Inyiak Majo Lelo. Namun tokoh adat tersebut ditinggalkan keempat calon raja lainnya yang telah berangkat terlebih dahulu menuju Istano Basa Pagaruyung untuk penasbihan.

Karena urung diangkat menjadi salah satu raja, Inyiak Majo Lelo murka dan meninggalkan Solok Selatan menuju ke daerah yang sekarang kita kenal dengan nama Pesisir Selatan. Rumah gadang tersebut pun urung dijadikan istana, mendampingi keempat istana lainnya di Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu.

--------------------------------------

Sore itu, kami pun meninggalkan Solok Selatan dengan sejuta cerita, dan sejuta kenangan. Gue baru tahu, Solok Selatan ternyata menyimpan potensi wisata yang sangat besar, terutama alam, budaya, dan sejarahnya.. :)

#AyoKeSolsel #PesonaSolsel
Solok Selatan, Heart of Minangkabau
----------

Baca juga cerita perjalanan lainnya di Solok Selatan
- Suasana Pagi Kebun Teh Liki
- Puncak Pinang Awan dan Puncak Bangun Rejo
- Air Terjun Kembar dan Bunga Bangkai 
- Kawasan Saribu Rumah Gadang 
- Terbenam Dalam Keelokan Goa Batu Kapal

Previous
Next Post »
6 Komentar
avatar

Aku suka cerita-cerita seperti ini. Rumah Gadang Inyiak Majo Lelo cakep ya..

Balas
avatar

bunga2nya bikin tambah cantik yah hehe..

Balas
avatar

Menarik euy peninggalan sejarah kerajaan masa silam di Sumatera..
Di Jawa juga ada, tapi tetep aja budayanya beda; terutama arsitektur bangunan istananya..

Pengen untuk bisa menjelajah lebih lanjut..

Balas
avatar

Iya, di Jawa banyakan candi2 yah... Yah, lain lubuk lain ikannya..

Balas
avatar

Boleh ni, ada trip ke alam surambi ?

Balas
avatar

coba cek ig @kesinitrip mas,, siapa tau mau buka trip kesana,, sekarang sih belom ahaha..

Balas

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...