Menaklukan Ranto Canyon Yang Cantik Dan Tersembunyi

tempat wisata di brebes jawa tengah


Siapa yang menyangka ternyata di Kabupaten Brebes terdapat sebuah tempat yang indah sekaligus sarana pemacu adrenalin, Ranto Canyon namanya. Ranto Canyon terletak di desa Winduasri, Kecamatan Salem. Dulu, tempat ini dianggap keramat oleh warga setempat dan jarang ada yang berani melewatinya. Namun, setelah dijelajahi oleh beberapa pemuda lokal, ternyata tempat yang tersembunyi ini memiliki keindahan yang menawan, secantik Green Canyon di Pangandaran.. Ranto Canyon adalah sebuah tempat di sepanjang aliran sungai kecil yang dipenuhi batuan dan dihiasi beberapa air terjun. Di setiap sisinya diapit tebing-tebing yang menjulang tinggi. Tebing-tebing yang tampak berwarna kehijauan tersebut tampak cantik. Terlebih di siang hari saat sinar mentari menerobos masuk ke sela-sela tebing dan menyinari butiran-butiran air yang jatuh dari puncak tebing, stunningly beautiful!! That's the best part.. Namun, ada harga yang harus dibayar lunas untuk menikmati keindahan tersebut. Tempat yang memukau ini hanya diperuntukkan untuk kalian para pecinta tantangan, ya minimal berani melawan ketakutan terhadap ketinggian. :D .

tempat wisata di brebes jawa tengah
challenging

Berawal dari postingan teman gue Nina di Facebook pada pertengahan tahun 2015, gue baru menyadari ternyata ada tempat sekeren ini di kecamatan tetangga. Jaraknya hanya sekitar 25 km dari desa kelahiran gue, desa Jipang Kecamatan Bantarkawung (promosi kampung halaman, biar terkenal dikit lah :V ).. Gue add akun Ranto Canyon di FB lalu bertanya ke adminnya. Akhirnya gue pun membulatkan tekad saat mudik nanti harus main ke tempat ini. WAJIB!! Liburan Natal 2015, gue dan Ayu bertolak menuju kampung halaman gue. Sesampainya di rumah, gue langsung mengajak saudara-saudara gue untuk ikut bertualang ke Salem.. 

tempat wisata di brebes jawa tengahtempat wisata di brebes jawa tengah

tempat wisata di brebes jawa tengahDengan mengendarai si Boggil, perjalanan pun dimulai. Selain gue dan Ayu, fix yang gabung cuma Lindi (keponakan gue), dan Royyan (Lindi's boyfriend).. Perjalanan ke Salem dari arah Bumiayu dimanjakan dengan pemandangan hutan pinus dan lembah namun dipenuhi dengan tanjakan dan kelokan. Syukurlah jalan sudah halus dan diperlebar, tapi tetep hati-hati ya guys karena di sini banyak jurang. Kalau jaman dulu, beuuuh, sempit dan bolong dimana-mana. Setelah melewati desa Bentar, perjalanan dilanjut ke jalan yang lebih kecil dan di sini masih banyak ditemui jalan berlubang. Saat itu, penunjuk ke Ranto Canyon hanyalah petunjuk sederhana di tembok jembatan, di jalan, dan beberapa di ayakan beras tradisional yang dipajang di pinggir jalan, :D .. Semakin jauh dari ibukota kecamatan, semakin jelek pula jalanan. Awalnya jalan pengerasan dengan sirtu, lama-lama malah jalan batuan. Apalagi ditambah dengan terjalnya medan, ekstrim gila.. Di speedometer, gue liat indikator suhu mesin si boggil udah semakin tinggi.. Wah gawat, mau nyerah tapi tanggung dikit lagi nyampe.. Akhirnya keempat jendela gue buka lebar-lebar, dan knob ac gue putar ke penghangat kabin.. Hal ini gue lakukan supaya panas mesin berkurang dengan dialirkan ke kabin mobil.. Setelah dengan gagahnya si Boggil melahap kerasnya jalanan, akhirnya gue kembali bertemu jalan aspal dan ternyata sudah di desa Winduasri, fiuuuh... Maaf ya boggil, harusnya lu diperuntukkan sebagai kendaraan dalam kota, tapi sering "disiksa" untuk memuaskan hasrat bertualang si empunya.. :D

Cerita perjalanan sebelumnya: Lembah Harau, Landscape Langka dan Unik Nan Memukau

Karena terbatasnya lahan parkir untuk mobil, gue gak kebagian tempat parkir di sekitar posko, akhirnya gue memarkirkan si boggil di parkiran rumah warga, tak lupa meminta ijin dulu dong. Kami berempat harus berjalan beberapa ratus meter menuju posko kedatangan Ranto Canyon. Sesampainya di sana ternyata sudah ramai. Kami membayar 40k/orang lalu disuruh antri. Menelusuri Ranto Canyon harus berkelompok dan ditemani seorang guide. Kalau rombongan kita hanya sedikit, nanti digabung dengan rombongan lain. Kami duduk di kios makanan sambil menikmati gorengan sebelum tiba giliran kami untuk menelusuri Ranto Canyon. Urusan perut di sini aman kok, banyak warung makanan di sekitar posko kedatangan..

tempat wisata di brebes jawa tengah
Akhirnya tibalah giliran kami, sebelum menuju lokasi, si akang pemandu ngasih pengarahan, lalu berfoto bersama dan berangkaaat.. Para pengunjung juga disediakan live vest. Tapi sayang karena persediaan terbatas, hanya 2 yang tersedia untuk kami berempat. Kami juga gak disediakan helm pelindung sebagaimana yang gue liat di laman facebooknya. Semoga ke depannya makin lengkap peralatan keselamatannya guys. Kami harus trekking lagi beberapa ratus meter menyusuri pematang sawah.. Dari kejauhan, tidak terlihat adanya tempat yang luar biasa indah di sini. Hanya rerumputan rimbun yang berada di kaki bukit di ujung persawahan.

tempat wisata di brebes jawa tengahtempat wisata di brebes jawa tengah

Sampailah kami di tepi sungai, di sini masih belum terlihat keindahannya, masih pemandangan sungai biasa. Terdapat air terjun yang merupakan tempat pemanasan kita untuk melompat. Wait, what?? Melompat?? Gak deh, gue takut ketinggian, akhirnya kami memutar mencari jalan setapak untuk sampai ke sungai, hahaha,, cupuuuu.. 

tempat wisata di brebes jawa tengahtempat wisata di brebes jawa tengah

Oke, tantangan pertama bisa kami hindari.. Namun kami gak bisa lagi menghindari tantangan di air terjun kedua. Di sini kanan kirinya sudah dibatasi tebing, gak bisa lagi mencari jalan alternatif untuk sampai ke bawah. Ada 4 pilihan di sini, yang pertama lompat, yang kedua pakai tali, yang ketiga pake tangga tali, dan yang keempat memutar ke belakang kembali ke tempat semula, yang artinya kita menyerah dan gak melanjutkan petualangan menaklukan Ranto Canyon, :p .. Sambil menguatkan tekad, akhirnya gue dan Ayu pun memilih memakai tali pengikat seperti kebanyakan pengunjung lainnya, di bawah udah ada yang standby buat bantuin kita ke tepi memakai ban. Lindi dan Royyan gue lupa apa pakai tali atau tangga tali. Sebagian kecil ada yang melompat, dan sebagian lagi ada yang mengibarkan bendera putih alias menyerah, terutama ibu-ibu, balik kanan maju jalan.. Haha..

tempat wisata di brebes jawa tengah
Yes!! We did it!!


Yeeeaaah, tantangan kedua kami lalui.. Di sini pemandangan mulai berbeda. Tebing-tebing yang menjulang tinggi yang berwarna kehijauan karena diselimuti lumut mulai terlihat, waaah cantiknya.. Tapi musti berhati-hati karena pijakan licin, mana gue nyeker lagi.. Tibalah di tantangan air terjun ketiga.. Masih dikelilingi tebing-tebing indah menjulang tinggi.. Gak ada jalan keluar lagi kalau lu udah berhasil menaklukan tantangan kedua. Di tantangan ketiga pilihan satu-satunya cuma melompat.. Duh, gue mulai jiper di sini.. Gue takut ketinggian tapi udah gak mungkin buat mundur, dan sayang juga udah kesini dengan penuh perjuangan masa jiper? Makin deg-degan tapi gue beranikan diri melompat,, byuuuur... Secepatnya gue berenang ke tampat dangkal.. Ayu di sini mulai gelisah,, dia gak takut ketinggian tapi dia gak berani melompat, lalu mulai menangis, hahaha.. Gue terus semangatin dan berjaga di bawah sampai akhirnya dia berhasil melompat, tapi tetep menangis, wkwkwkwk.. Lindi dan Royyan malah sebaliknya, si Lindi yang mensupport Royyan,, katanya sih Royyan pernah trauma sama air atau gimana gitu.. 

tempat wisata di brebes jawa tengah

Tantangan-tantangan berikutnya masih dipenuhi dengan air terjun dan sesekali berjalan di tebing dengan bantuan tali yang sayangnya moment ini gak sempat diabadikan :( .... Gue sebenernya ogah untuk melompat tapi karena gak ada pilihan lain ya mau gak mau gue harus lompat.. Gue pun harus meyakinkan Ayu berkali-kali yang tampak masih belum bisa meningkatkan keberanianya.. Selain tantangan - tantangan itu, kita juga harus tetap berhati-hati saat trekking menyusuri sungai.. Harus pintar memilih bagian sungai yang dangkal dan dengan arus yang tidak terlalu deras. Pintar-pintar juga memilih pijakan batu, banyak yang licin..

tempat wisata di brebes jawa tengah

tempat wisata di brebes jawa tengah
Semakin ke bawah, semakin tinggi juga tebingnya dan semakin menakjubkan pemandangannya.. Benar-benar memanjakan mata.. Gak nyesel gue bertarung dengan ketakutan gue setelah disuguhi pemandangan yang cantik ini,, woooow,, Thanks God.. Spot favorit gue adalah di gambar atas dan samping.. 2 tebing hijau yang tinggi dan di tengah-tengahnya terdapat air terjun.. Air terjun ini nggak deras,, tapi lebih ke percikan butiran-butiran air dari atas laksana hujan, dihiasi oleh sinar mentari.. Akar-akar pohon yang menjuntai dari atas juga menambah kecantikannya.. Best!!

Petualangan ini memaksa kita bermain air. Untung Royyan bawa drybag, jadi dompet dan hp terlindung dari air.. Gue sendiri lupa bawa kamera mirrorless jadi kurang bisa mengabadikan indahnya tempat ini. Waktu itu cuma bawa hp dan action cam punya Royyan.. Selain itu juga lebih sibuk untuk fokus menghadapi setiap tantangan dibandingkan dengan foto-foto. Hanya sesekali saja foto-fotonya.. 

Karena seringnya kami ragu untuk melompat, akhirnya kami ketinggalan rombongan -_____- .. Tapi untunglah ada guide dari rombongan lain yang siap membantu di saat-saat genting untuk melompat di air terjun.. Thanks ya bro yang gue lupa namanya hehe..

tempat wisata di brebes jawa tengah

Setelah melewati berbagai rintangan dalam perjalanan ke barat mencari kitab suci menyusuri sungai sepanjang sekitar 700 meter, akhirnya sampailah di ujung perjalanan. Tak ada lagi tebing-tebing yang mencekam namun eksotis.. Dari sini kita mendaki ke persawahan untuk kembali ke posko. Di posko telah disediakan kamar mandi sehingga kita bisa langsung membersihkan diri dan ganti baju.. 

horeee berhasil!!!

Ternyata seru banget di Ranto Canyon ini. Perpaduan antara pemandangan alam yang indah dan sarana memacu adrenalin seperti cliff jumping, body rafting, tubing, berenang. Wahana air alami yang asik buat seru-seruan.. 

kembali ke posko dengan basah kuyup
Walaupun masih bagian Jawa Tengah, jangan heran kalau penduduk di Ranto Canyon berbahasa sunda. Ya, seluruh penduduk Salem adalah orang sunda, sama seperti sebagian besar penduduk kecamatan Bantarkawung, termasuk desa gue, Jipang :D .. Kontras dengan Brebes Utara yang panas, di Salem ini udaranya dingin karena berada di dataran tinggi. 

Untuk menuju Salem bisa dari 3 lokasi. Pertama dari Brebes dengan tantangan tanjakan Lio yang super ekstrim. Kedua dari Bumiayu, termasuk ngelewatin desa gue, jalanan udah bagus kok. Ketiga via Majenang, lewat sini katanya sih jalanannya juga bagus. Oya kalau dari Jawa Barat bagian selatan, bisa juga kesini, nantinya jalannya sama dengan jalanan yang dari Majenang.

Kalau mau menginap, gue gak tahu ya di Salem ini ada penginapan atau enggak, hotel terdekat yang gue tahu sih di Bumiayu, jaraknya 35km dari Salem.. Tapi kalau mau tidur di tenda mah di sini banyak spot camping kok, salah satunya di tanjakan Lio..

Tips-tips berkunjung ke Ranto Canyon:
Rajin-rajinlah bertanya ke warga, terutama setelah sampai di daerah Salem.
- Medan menuju kesana berat cuy.. Jalan jelek dan penuh tanjakan.. Sebaiknya bawa motor atau mobil SUV dengan kondisi yang prima. Kalau pakai hatchback/sedan bisa aja sih, kaya gue,, tapi not recommended (gue pakai si boggil karena gak tahu ternyata medannya seberat ini)
- Pakai sandal gunung,, kita menyuri sungai yang mayan deras dan licin.. 
- Bawa waterproof camera, atau pakai case underwater, atau bawa drybag.. Soalnya kita pasti basah-basahan.. 
- Usahakan jangan hari libur.. Gue kesana pas hari libur beuuuh rame banget.. 
- Gak usah bawa makanan cuy,, disana banyak kios penjual makanan kok, tapi ya sederhana aja makanan yang dijual. snack-snack biasa, gorengan, dan mie palingan. Nasi gue lupa ada atau nggak :D ..
- Bawa handuk dan pakaian ganti karena di sana kita main air coy.
- Kumpulkan keberanian, fokus ke setiap tantangan di depan mata, dan lupakan masa lalu yang kelam :V ..
- Jangan buang sampah sembarangan :) ..


-------
Cerita perjalanan selanjutnya: Gili Trawangan, Versi Lebih Cantik Dari Kuta Legian
Previous
Next Post »
22 Komentar
avatar

Oh ini ranto canyon blm banyak petunjuk arah makanya harus tanya warga sekitar cakep juga di brebes ada ginian.

Salam kenal dr blogger ala2

Balas
avatar

ihhh, aku prnh ke daerah ini, nganterin mba ART ku pulang kampung, tp ga tau kalo ada ranto canyon ini... kalo tau pasti didatangin.. seru banget mas.... walopun aku juga rada serem sih pas tau hrs melompat itu.. haisshh.. berani ga yaaa :D.. Tapi menantang bgt nih.. mana cakep gitu pemandangannya...

Balas
avatar

iya.. karena memang baru dibuka juga sih

Balas
avatar

mungkin dulu belum dibuka kali,, ini kayanya baru dibuka tahun 2015..

iya paling serem bagian lompat2nya itu,, tapi sebenernya aman sih karena airnya juga dalam..

Balas
avatar

akhirnya warga sadar wisata juga ya, melihat ada potensi didaerahnya
dan gak melulu terhadang mitos setempat, asal ya tetep jaga sikap dan etika karena kita cuma tamu :)

Balas
avatar

yup... dibutuhkan generasi muda untuk "membongkar" mitos..

Balas
avatar

Ternyata bukan pangandaran aja yang ppunya canyon tapi brebes juga punya hehehe

Balas
avatar

Wah tebingnya menakjubkan.
Medannya bagus juga ya.

salam,
http://alrisblog.wordpress.com

Balas
avatar

untuk menuju kesana berat.. harus prima kendaraannya hehe.

Balas
avatar

wah bener-bener traveler sejati nih..
gak berani lompat kalo kesitu ngeri. tapi pemandangannya luar biasa keren.

Balas
avatar

Hihi,, kalau gak berani lompat rugi kalau dtg ke sini,, soalnya keindahannya ada di tengah2 perjalanan ahaha..

Balas
avatar

Waahh brebes ada juga ternyata
Bisa maen2 ksini nih, breng temen2

Balas
avatar

ada dong ahaha. cuma ini lokasinya udah deket Majenang (Cilacap) dan Jawa barat.. Rame2 sama temen seru tuh kesini..

Balas
avatar

Asyik sekali sepertinya bisa jalan-jalan dan berfoto ditempat yang indah

Balas
avatar

Ah jadi pengin main ke brebes deeh

Balas
avatar

Pas foto yang pertamanya itu, uwooowww!! Aku liatnya aja deg2an, g licin kan? g bikin kepleset kan? aduh ngeri sendiri tapi penasaran euy..
Tapi kalau musim hujan gini rekomen g sih kesana?

Balas
avatar

nggak licin kok,, tenang aja :D ..

kalau musim hujan sih sebaiknya jangan ya.. soalnya debit air bisa tiba-tiba naik..

Balas
avatar

mantappp bangg, jangan lupa mampir blog ku ehehhe

Balas

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...