Bertemu Robin dan Ngatini Si Gajah Jinak Riau di Buluhcina


Seekor raksasa bersembunyi di balik semak dan pepohonan. Seharusnya, dia menjelajah luasnya Sumatera. Seharusnya, dia bermain di habitatnya yang memanjang dari Aceh sampai ke Lampung, di rimbunnya rimba sumatera. Tapi kini kakinya terbelenggu, gerakannya terbatas. Tak ada lagi kawanan untuk bersenda gurau berkubang di lumpur. Konflik dengan manusia di pinggiran hutan mengubah jalan hidupnya 180 derajat. Begitulah kehidupan Robin dan Ngatini yang sekarang mendiami Taman Wisata Alam Buluhcina di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Mereka adalah gajah sumatera yang telah dijinakkan. Dan ini adalah pengalamanku bertemu Robin dan Ngatini si gajah jinak Riau di Buluhcina.

Hunting Tempat Wisata di Muko-muko yang Mudah Dijangkau

misteri benteng anna muko muko



3 buah puing-puing bangunan berdiri tegap di tepian sungai berair keruh. Puing itu terlihat jelas dari jalan raya. Dari jauh, orang mungkin mengira itu adalah bangunan biasa. Namun, puing itu menyimpan sejarah yang menjadi bagian dari eksistensi Kota Muko-muko. Bangunan itu memang hanya puing-puing kecil, padahal dulunya adalah sebuah benteng buatan Inggris. Di sekitarnya, tanah tak rata dihiasi rumput yang menghijau subur. Tak jauh dari sana, terhampar pasir berkerikil di sebuah pantai berombak khas samudera hindia. Suasana pagi yang tenang membius para penghuni pantai tetap bermalas-malasan, termasuk kawanan sapi.

Pulau Pahawang, "Surga" yang Mudah Dijangkau

travel blogger indonesia


Riuh suara mesin bersahutan dengan riak air yang tercipta dari gesekan badan perahu dengan air laut. Perahu ini bertolak dari pulau swarnadwipa menuju kepingan pulau kecil di ujung selatan Sumatera. Pulau-pulau kecil ini cantik, dengan pasir putih terhampar di berandanya, disertai keberagaman ikan dan terumbu karang di balik permukaan airnya. Inilah Pulau Pahawang, "Surga" yang mudah dijangkau. 

Hatur Nuhun!! (Daftar Blog yang Pernah Berkunjung dan Berkomentar)

traveler paruh waktu raja ampat

Hatur Nuhun!! Tararengkyu... Enggak kerasa, 3 tahun Traveler Paruh Waktu berbagi cerita melalui blog sederhana ini, tepatnya sejak April 2016. Selama 3 tahun ini, udah banyak temen-temen blogger yang sudi mampir dan meninggalkan komentar di www.barrabaa.com ini. Tanpa teman-teman, blog ini layaknya sebuah buku catatan usang yang penuh dengan jaring laba-laba. Tapi dengan adanya support dari teman-teman, Traveler Paruh Waktu tetap semangat menuliskan kisah perjalanan sembari sedikit demi sedikit merapikan tiap halamannya. Oke, langsung aja, ini dia daftar blog yang pernah berkunjung dan berkomentar di blog ini (per 3 Mei 2019). P.S. nomor ini bukan berdasarkan urutan keaktifan atau sebagainya,, number is just a number..

Resume Traveling 2018 dan Resolusi Traveling 2019

travel blogger indonesia

2018 udah berakhir (udah lama keleus). Sekarang saatnya Traveler Paruh Waktu menuliskan tentang kaleidoskop atau resume perjalanan selama tahun 2018 (iyee tahu udah telat banget :D ). Nah, Traveler Paruh Waktu juga akan menuliskan resolusi traveling tahun 2019 yang sebagian besar malah udah tercapai hihi.. Jadi, ini dia, resume traveling 2018 dan resolusi traveling 2019 Traveler Paruh Waktu.

Sejuta Cerita Roadtrip 2.000 km Padang - Medan PP

xpander overlander


Entah berapa jam yang telah kuhabiskan di jalan dalam perjalanan kali ini. Mesin yang terus menderu menghantarkan daya menuju sepasang ban depan yang terus berputar menantang jalanan Sumatera yang tak selalu ramah. Mungkin, sudah 2.000 km total perjalanan yang kutempuh selama beberapa hari ini. Roadtrip selalu menyenangkan buatku, banyak cerita yang terlalui. Dan kali ini, aku akan bercerita tentang sejuta cerita roadtrip 2.000 km Padang - Medan PP. Tentang cantiknya danau toba, lezatnya kuliner Medan, batu lobang yang tak terduga, dan cerita lainnya..


Pulau Samosir, Dari Budaya Batak Hingga Danau Diatas Danau

rumah adat batak toba

Samosir,, akronim dari Samo Diusir. Tempat di mana Samo berdiam setelah diusir orang tuanya. Itulah yang paling melekat di ingatan tentang cerita legenda asal-usul danau toba dalam komik pendek yang kubeli dari abang tukang mainan kala kecil dulu. Dalam cerita lainnya, disebutkan bahwa Samosir adalah nama dari pasangan seorang petani dan seorang perempuan jelmaan ikan mas. Ternyata, cerita asal-usul danau toba banyak versinya. Bertahun-tahun kemudian, aku pun menjejakkan kaki di tanah Samosir. Kunjungan hanya 2 hari, tapi banyak hal berkesan yang dijumpai di Pulau Samosir, dari budaya Batak hingga danau di atas danau.

Wisata Kuliner Medan, Enak Gak Sih???


wisata kuliner kota medan

Tiap jalan ke suatu tempat, salah satu hal yang tak akan kulewatkan adalah mencicipi kulinernya. Begitu juga saat jalan-jalan ke Kota Medan, kata orang sih enggak lengkap kalau enggak nyobain beberapa kuliner terkenalnya seperti Durian Ucok misalnya.. Kata orang, kuliner Medan itu enak-enak. Hmmm, emang iya kah??? Rasa penasaran akhirnya menuntunku untuk menyambangi beberapa tempat kuliner terkenal di Medan. Jadi kesimpulannya, wisata kuliner Medan, enak gak sih??? Let's check it out...

1 Mimpi Besar Telah Terwujud, Siap Kejar Mimpi Besar Berikutnya?


"Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu" -Andrea Hirata
#KejarMimpi. 2 minggu lalu, aku baru saja selesai mewujudkan impian yang telah lama ingin kuraih, menjelajah sebagian Indonesia dengan sepeda motor. Perjalanan dimulai dari Kendari, terus menyusuri semua provinsi di Sulawesi, dan berakhir di Manado setelah 1 bulan lamanya. Dari Manado, perjalananku terus berlanjut sampai Papua dengan bergaya backpacker. Serangkaian perjalanan ini adalah salah satu pengalaman terbaik yang pernah kujalani. Sebuah bentuk nyata dari hal yang awalnya bernama mimpi.

Pengalaman Traveling Ke Medan, Bukan Kaleng-kaleng!!


pengalaman traveling ke medan ke rumah tjong a fie

Pengalaman traveling ke tempat wisata Kota Medan.

Rasa capek sedikit terobati saat ujung tol menandakan bahwa aku telah memasuki Kota Medan. Ah, long journey.. 2 hari perjalanan dari Padang, setelah menginap semalam di Sibolga, akhirnya sampai juga di Kota Medan. Keluar tol, suasana yang jarang kutemui di Padang, langsung menyapaku. Ya, macet!! Ah,, hal paling kubenci dari eksistensi sebuah kota besar. Saat kecil, aku memimpikan hidup di kota besar. Namun, setelah merasakan tinggal beberapa tahun di Jakarta, rasa-rasanya habitatku memang bukan kota besar.


Asuransi Jiwa, Penting Enggak Sih Buat Traveler??

asuransi jiwa prudential untuk traveler


Segelas air putih kuteguk habis di malam yang cukup gerah di Padang. Tak seperti kalian, aku memang tak suka kopi. Jadi, peran kopi yang biasa muncul di tulisan-tulisan, kuganti menjadi air putih di tulisanku. Lagian, air putih kan lebih menyehatkan daripada kopi, apalagi jika dibandingkan kopi yang sudah terkontaminasi gula, iya kan??? Ahaha..

Terpana Keindahan Danau Toba Dari Berbagai Sisi

danau toba tongging


Terlihat banyak pepohonan pinus yang terbagi menjadi 2 warna, hijau dan kemerahan. Jarak pohon-pohon itu tak terlalu rapat. Bukit hijau berundak-undak merelakan tanahnya menjadi pijakan pinus-pinus itu. Di bawahnya adalah sebuah danau besar yang menjadi aliran terakhir sungai-sungai di sekitarnya. Tampak beberapa air terjun setinggi ratusan meter turut menghiasi sekeliling kaldera bekas gunung berapi ini. Monyet dan Beruk mengemis makanan kepada kendaraan yang berlalu lalang. Di tengahnya terdapat sebuah daratan, yang penuh dengan rumah-rumah tradisional dan kaya akan budaya asli batak. Kambing, kerbau, sapi, dan babi dilepas begitu saja, tanpa ada rasa takut kehilangan. Ah danau toba, seperti ini toh wujudmu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...